Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juli 2014

UPVC DIKLAIM BAHAN BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN APAKAH UPVC ITU?




PVC merupakan kependekan dari Unplasticized Poly Vinyl Chloride. Material ini merupakan turunan dari plastik yang mengalami proses tertentu sehingga sifat lentur/plastisnya dihilangkan. Hasil akhir material ini menjadi keras dan kemudian diaplikasikan ke berbagai macam bidang industri, yang salah satunya sebagai building material khususnya pintu dan jendela. Kusen uPVC (Unplastized Polivinyl Chloride) sebenarnya memiliki bentuk dan kegunaan seperti kusen pintu/jendela pada umumnya. yang membedakan adalah bahan dasar kusen ini, yaitu Polivinil Chloride yang diperkuat dengan proses yang dinamakan Unplastized, sehingga hasil akhirnya menjadi bahan yang lebih kuat/rigid daripada PVC. Material uPVC selalu diperkuat dengan besi (steel reinforcement), sehingga lebih kokoh.
RUKO KAYU MANIS BOGOR 
Bahan UPVC tidak hanya bermutu tinggi, tetapi juga ramah lingkungan. Oleh karena hal ini, berbagai kalangan dari Negara-negara yang telah disebutkan di atas sangat menyukai pemakaian kusen dan jendela berbahan UPVC dalam sebelas tahun terakhir ini.

Ukuran produk telah banyak dipakai untuk memproduksi berbagai macam jendela dan pintu dengan berbagai ukuran, seperti halnya jenis pintu dan jendela geser, jenis pintu dan jendela biasa yang umumnya digunakan di Indonesia, dan jenis pintu dan jendela lainnya, termasuk pula penyekat ruangan atau partisi.

Bahan yang dipergunakan telah diakui kualitasnya. Salah satu keunggulan yang disukai dari produk kami oleh Negara-negara yang beriklim tropis adalah kemampuan untuk menyerap panas dan mempertahankan suhu udara di dalam ruangan. Disamping itu kusen dan jendela UPVC juga memiliki nilai estetika / keindahan tersendiri. Oleh karena itu, pemakaian produk kami telah digunakan di apartemen, villa perumahan, perhotelan, ruko dan rukan. Kami mempunyai komitmen untuk menjadi yang lebih baik dari yang terbaik.

Profil uPVC diperkuat dengan rangka besi lapis galvanis yang berguna untuk :
Menguatkan agar lebih rigid, berguna untuk instalasi ke tembok, untuk instalasi hardware

Karet yang digunakan oleh Pintu & Jendela uPVC :
Menggunakan karet berbahan campuran antara karet dan plastik menjadikan lebih tahan getas

Locking System & Hardware yang digunakan :
Multipoint locking, rambuncis, casement, engsel kupu-kupu, support arms, flush bolt, floor hinge

Jendela & Pintu uPVC menggunakan teknik penyambungan welding system :
U-PVC dipanaskan s/d 250° C pada titik penyambungan menjadikan las
titik sambungan akan lebih keras dibanding dengan bagian yang tidak di las

Pintu & Jendela U-PVC dilengkapi dengan drainage :

Menggunakan drainage agar air tidak tergenang
Untuk melihat gambar produk UPVC silahkan searching di google

Sumber :http://bangunanku.com/news/2/apa-itu-upvc

Rabu, 25 Desember 2013

Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

Bahan Bangunan yang “Bersahabat”
Penggunaan material bahan bangunan yang tepat dan efisien berperan besar dalam menghasilkan bangunan bersahabat dengan lingkungan.
umy,batu bata,tahan gempa,ramah lingkunganYudha Dwi Anggoro/fotokita.net
Isu seputar pemanasan global dewasa ini telah mendorong lahirnya arsitektur bangunan dan material yang berbasis “hijau”. Konsep hijau disini tak hanya sekedar memerhatikan komposisi luas lahan untuk penghijauan saja, tapi juga turut memerhatikan material yang digunakan pada sebuah hunian.

Kamis, 11 Juli 2013

3.500 Koleksi Kebun Raya Dibukukan

Penyusunan perlu waktu dua tahun dengan editor naskah dan fotografi Deniek G Sukarya.


Kebun-Raya-Bogor
Kebun Raya Bogor
Sebanyak 3.500 tumbuhan koleksi empat kebun raya yang dikelola Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dibukukan dengan visualisasi foto berwarna. Buku tersebut berjudul 3.500 Plant Species of The Botanic Gardens of Indonesia.
 
"Sejumlah peneliti dari setiap kebun raya dilibatkan untuk penyusunan buku," kata Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mustaid Siregar, Senin (8/7) di Bogor.
 

Kamis, 11 Oktober 2012

Belajar tangani sampah dari orang lain


Sampah lagi sampah lagi....hampir bosan mendengarnya..manusia tak luput dari sampah.Kehadiran kita di Bumi Nagrak Sukaraja Kab.Bogor dengan "icon" Perum Ambar Bogor Regency hanya memindahkan sampah dari tempat tinggal kita yang terdahulu,keberadan kita hanya mengotori kampung orang lain dari hasil limbah keperluan kita sehari hari.Upaya serius penangan sampah dari penghuni Perum belum mencapai yang diharapkan kita sibuk mencari "nafkah" sementara pihak pengembang lepas tangan tidak mau menyediakan prasarana lokasi pembuangan sampah,pertemuan demi pertemuan yamg dilakukan utusan warga Perum.kepada wakil pihak pengembang tidak pernah ada kata kesepakatan,pihak pengembang bukannya mencari solusi malah mengancam warga Perum yang di lontarkan oleh salah satu oknum pihak pengembang kepada petugas penarik sampah,sempat beberapa hari sampah tidak di angkut ke TPA sampah, karena takut ancaman oknum pihak pengembang tadi.

Kamis, 24 Mei 2012

SAMPAH RUMAH TANGGA, DIMULAI DARI KITA.......

Kita yang sadar betul akan pentingnya kebersihan selalu berusaha untuk membuang sampah pada tempatnya, baik dirumah maupun dilingkungan sekitar kita tinggal. kita menyediakan tempat sampah, dimasukan kedalam kantong plastik,di ikat kemudian di buang ke tong sampah di depan rumah sampai pagi harinya di angkut oleh petugas kebersihan di lingkungan perumahan.

bagi kita, urusan sampah rumah tangga tampaknya sudah selesai.tapi coba kita bayangkan...... timbunan jutaan kubik sampah rumah tangga yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir .

Senin, 09 April 2012

PENANGANAN SAMPAH

Jika tidak ditangani secara serius, suatu saat sampah di Perumahan Ambar Bogor Regency akan seperti ini


Bermasalahnya pengelolaan sampah disekitar kita bukan sekedar karena keterbatasan teknologi dan ekonomi semata, melainkan lebih pada adanya masalah budaya; kebiasaan lama, perilaku dan pola pandang kita terhadap sampah yang tidak benar dan harus dirubah. Untuk itu perlu adanya usaha dari kita semua, untuk merubah kebiasaan lama itu, agar kita dapat menyikapi masalah penanganan sampah dengan baik dan benar.

Sabtu, 07 April 2012

BOIKOT PENGGUNAAN KERTAS SINAR MAS GRUP


Seruan aksi
Meskipun ramin Indonesia adalah spesies yang dilindungi secara internasional, habitatnya terus ditebang habis. Kayu ramin dari pembukaan hutan ini dicampur dengan berbagai kayu hutan hujan lain untuk memberi memasok sektor pulp dan kertas. Tempat untuk mengatasi masalah adalah pada sumbernya, sebelum kayu keras tropis campuran ini di-pulp dan memasuki perdagangan internasional.
CAMPAIGN
 

Sample text

Sample Text

 
Blogger Templates